Tujuh langkah dalam mengorganisir cabang Food Not Bombs di komunitas kamu
Pada awalnya, memulai Food Not Bombs mungkin terkesan sulit untuk kamu tangani. Mulailah dengan yang dasar dulu, untuk kemudian naik bertahap. Kamu tidak perlu merasa tertekan untuk mencapai semuanya sekaligus. Mungkin butuh beberapa minggu untuk bisa berjalan dengan lancar atau mungkin juga butuh berbulan-bulan. Satu orang tidak bisa menjadi grup Food Not Bombs, tapi satu orang bisa memulainya.
Begitu kamu sudah membuat keputusan untuk memulai grup Food Not Bombs lokal, bicaralah dengan beberapa orang lainnya yang kamu kenal yang mungkin tertarik bekerja sama dengan kamu. Mungkin saja sekelompok teman, atau anggota-anggota dari grup yang sudah ada, atau kamu bisa menempel flyer-flyer yang memberitakan maksud kamu dan lihat siapa saja yang merespon. Tentukanlah tanggal, jam, dan tempat meeting dan kumpulkan orang-orang yang tertarik bersama-sama berbicara mengenai apa yang kamu inginkan. Berikut ini adalah proses langkah demi langkah untuk membuat Food Not Bombs yang kamu dan teman-teman kamu jalankan bisa berjalan. Sekali lagi, ini hanyalah saran. Karena situasi unik kamu, kamu mungkin bisa menambah langkah-langkah atau mengacuhkan langkah-langkah atau melakukannya dengan cara yang berbeda. Apapun yang bekerja dengan baik untuk grup kamu adalah satu langkah terbaik untuk diikuti.
Langkah 1: Mulailah mencari nomor telefon, alamat email dan alamat surat. Dengan menggunakan fasilitas tersebut, kamu bisa mengirimkan pesan dengan informasi tentang waktu dan tempat meeting selanjutnya dan kamu bisa menerima pesan-pesan jadi kamu tidak akan pernah kehilangan komunikasi. Lagipula, siapa yang ingin duduk di dekat telefon dan menunggunya berdering; lebih baik kita keluar ke jalan memberi makan orang. Lainnya, gunakan sebuah mailbox komersial atau post office box / PO BOX untuk alamat permanen kamu. Ketika keanggotaan kamu berganti, alamat surat kamu akan tetap sama dan kamu tidak perlu untuk mengerjakan ulang literatur kamu. Tanggung jawab untuk mengumpulkan dan menjawab surat dapat dengan mudah dirotasi. Dan, yang paling penting, kamu tidak mendapatkan tamu tidak diundang yang muncul di rumah kamu ingin tahu dimana makanan gratisnya.
Langkah 3: Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan kendaraan. Ini dapat menjadi tantangan besar atau mungkin juga tidak. Diantara voluntir di grup kamu, mungkin ada cukup kendaraan dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan kamu. Jika tidak, kamu mungkin dapat mempersiapkan untuk meminjam sebuah minibus atau truk dari grup relijius yang simpatik atau organisasi sejenisnya. Jika kamu cukup beruntung, kamu mungkin dapat meyakinkan sesorang untuk mendonasikannya untuk kamu. Dan, jika semua cara diatas tidak dapat menghasilkan kendaraan, kamu bisa juga mengorganisir even-even pencarian dana untuk mengumpulkan dana khususnya untuk membeli sebuah minibus. Dalam beberapa kasus, adalah lebih baik menggunakan motor atau keranjang sepeda. Ini sangat lumrah di Eropa.
Langkah 4: Dengan flyer di tangan, mulailah mencari sumber bahan pangan. Tempat pertama untuk didekati adalah pasar tradisional dan toko-toko makanan sehat. Tipe toko seperti ini cenderung lebih suportif dan merupakan tempat yang bagus untuk melatih pendekatan kamu. Tanya manajer atau pemilik apakah mereka selalu membuang sisa makanan mereka. Jelaskan bahwa kamu berencana untuk mengumpulkan semua bahan makanan yang masih bisa diolah tapi yang tidak akan atau tidak dapat dijual. Jelaskan pada mereka bahwa kamu berencana untuk memberikan makanan untuk memberi makan orang lapar termasuk mengantarkannya ke tempat penampungan dan dapur umum. (kamu harus memutuskan apakah kamu ingin mengatakan pada mereka bahwa sebagian makanan itu akan digunakan untuk organisir politik atau bahkan untuk mengatakan pada mereka nama grup kamu. Pada sebagian toko, ini mungkin tidak menjadi masalah; lainnya, mungkin lebih baik jika tidak perlu disebutkan, khususnya pada pertama, sampai mereka tahu kamu lebih baik.) Jika mereka tertarik dan bersedia, atur waktu reguler untuk mengambil makanan pada waktu yang ditentukan. Sebelumnya, kunjungi juga toko roti dan tanya mereka apakah mereka punya roti dan kue-kue kecil lama yang masih layak. Biasanya, ketika kamu dapat mengatasi hal tersebut, mulailah dekati distributor makanan, gudang, dan produsen. Kapan dan dimana ketika memungkinkan, tinggalkan literatur yang menjelaskan apa itu Food Not Bombs.
Langkah 5: Kirimkan makanan ini ke tempat penampungan dan dapur umum. Adalah penting untuk tahu dapur umum di tempat kamu. Pelajarilah dimana lokasi mereka, siapa yang mereka layani, dan berapa banyak yang mereka sajikan. Informasi ini akan membantu kamu merencanakan rute pengiriman kamu dan mendistribusikan bentuk dan jumlah makanan yang tepat pada setiap program. Biasanya, menyenangkan untuk mengatur satu jadwal pengiriman reguler pada tiap dapur. Begitu rute pengiriman kamu berkembang, jadwal program makanan cuma-cuma di komunitas kamu akan menjadi jelas. Dengan informasi ini, kamu akan tahu dimana dan kapan ada kebutuhan untuk menyediakan sepiring makanan hangat dan, kemudian, dimana dan kapan waktunya untuk mempersiapkan sebuah meja Food Not Bombs untuk publik di jalan atau di taman.
Langkah 7: Begitu ada cukup orang yang terlibat, pertimbangkan untuk menyajikan makanan sekali seminggu kepada tuna wisma di jalan dengan cara yang terlihat. Berorganisasilah menjadi tim-tim; satu untuk memasak makanan dan satu untuk menyiapkan dan menyajikan makanan. Memasak dan menyajikan makanan dalam tim membangun komunitas didalam grup dan sangat menyenangkan. Setiap grup memiliki pengaturan dapur yang berbeda. Beberapa menggunakan dapur rumah orang lain, beberapa menggunakan sebuah dapur yang disumbang oleh kelompok-kelompok atau dapur tempat-industri, dan beberapa menggunakan kompor gas dan memasaknya langsung disana. Pilih area-area yang memiliki populasi yang padat dan lalu-lintas pejalan kaki yang bermacam-macam. Lokasi-lokasi yang mudah dilihat banyak diinginkan karena bagian dari misi kita adalah untuk membantu membuat tuna-wisma yang tidak terlihat menjadi terlihat kepada mereka yang lebih baik, secara ekonomi. Juga, kita ingin meraih banyak orang dengan pesan politikal tentang perdamaian dan keadilan sosial; dan kita ingin menjadi sangat mudah diakses. Sering orang tanpa rumah berkumpul di dekat pusat pemerintahan karena mereka mencari bantuan dalam satu hal atau lainnya. Mengapa tidak membuatnya sekali seminggu diluar bangunan pemerintah? Selanjutnya, adalah mungkin untuk tumbuh dengan menyajikan makanan di jalan setiap harinya dalam seminggu dan ditempat yang berbeda setiap harinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar